5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyeduh Kopi Supaya Memiliki Cita Rasa Nikmat dan Lezat

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyeduh Kopi Supaya Memiliki Cita Rasa Nikmat dan Lezat

Bagi para penggemar kopi, tentunya tak ada kopi di pagi hari akan membuatnya kekurangan mood. Secangkir kopi yang lezat dan nikmat di pagi hari akan meningkatkan mood mereka di sepanjang hari. Namun, kopi itu bukan hanya sekadar menambahkan air panas dan juga gula.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menyeduh Kopi

Menyeduh kopi tidaklah asal, tentunya harus memperhatikan beberapa hal. Kopi bukan hanya tentang air panas dan gula saja. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan supaya kopi yang diseduh dalam cangkir menjadi sempurna.

1. Perhatikan Kualitas Air

Kualitas air itu perlu diperhatikan untuk menciptakan rasa nikmat dalam kopi yang dibuat. Air yang dipakai tentunya harus bersih dan segar. Air jangan sampai memiliki bau logam atau obat-obatan jernih, berbau tengik, dan bau-bau lainnya.

Air yang mengandung mineral dipercaya lebih bagus digunakan untuk menyeduh secangkir kopi. Air mineral memiliki ciri khas rasa dan akan menambah lezat kopi yang diseduh. Umumnya, rasa kopi yang dibuat dengan air murni justru terasa datar.

Adapun untuk suhu yang disarankan adalah sekitar 90-97 derajat Celcius saat akan menyeduh kopi. Angka tersebut dipercaya dapat menciptakan cita rasa dan aroma yang sempurna. Lantas, bagaimana apabila tidak ada termometer untuk mengukur suhu?

Tidak perlu khawatir dan pusing, gunakan akal sehat saja. Setelah air mendidih, tunggulah selama 1 menit (100 derajat Celcius), barulah air tersebut dapat dipakai untuk menyeduh kopi. Mudah dan tidak perlu repot-repot, bukan?

2. Perhatikan Kualitas Biji Kopi

Selain air, untuk menyeduh kopi juga perlu memperhatikan kualitas dari biji kopi. Biji kopi yang segar dan berkualitas tentunya akan memberi karakter rasa dan aroma lebih lezat dan mantap. Pilihlah biji kopi yang baru saja digiling sesaat sebelum diseduh.

Perlu diketahui, bahwasanya biji kopi dapat dikategorikan menjadi 5 grade. Hal ini disesuaikan dengan tingkat persentase dari biji kopi yang defect coffee atau rusak. Cita rasa akan semakin berkurang jika persentase kopi yang rusak semakin tinggi.

Faktor umum yang menyebabkan defect coffee adalah hama, microbial atau micro-organisme, dan kelembapan suhu daerah kopi. Pada golongan Specialty Grade atau golongan 1, kualitas biji kopi memiliki level tertinggi. Di mana kadar full defect kurang dari 5 biji pada tiap 300 gram.

Berbeda dengan Specialty Grade, golongan Grade 5 kualitas biji kopi akan semakin rendah. Kadar full defect melebihi angka 86 biji pada tiap 300 gram. Bedanya dapat dikatakan lebih jauh.

3. Perhatikan Rasio Takaran

Untuk menyeduh kopi supaya nikmat dan memiliki cita rasa seimbang tentunya memerlukan teknik. Pengetahuan tentang rasio takaran juga diperlukan untuk menyeduh kopi. Apabila kopi yang diseduh terlalu banyak air, rasanya akan cenderung pahit dan tebal dikarenakan ekstraksi berlebihan.

Berbeda dengan terlalu sedikit kopi, maka cita rasanya tidak akan muncul saat dinikmati. Hal ini disebabkan kopi tidak dapat terekstraksi dengan sempurna. Apabila ingin menciptakan kopi yang nikmat, maka tambahkan 2 sendok makan bubuk kopi atau setara 18-21 gram dan secangkir air panas.

4. Perhatikan Tekstur Bubuk Kopi

Apabila mampu memahami tekstur bubuk kopi yang digiling, maka akan tercipta secangkir kopi nikmat dan lezat sesuai selera yang diinginkan. Contoh, jika tekstur kopi terlalu halus, maka akan tercipta secangkir kopi yang sedikit pahit. Hal ini tentunya berkaitan dengan seberapa banyak dan seberapa lama reaksi antara air dan kopi.

Apabila tekstur bubuk kopi terlalu kasar, akan menciptakan secangkir kopi yang kurang terasa bahkan bisa jadi kurang terekstrak. Maka dari itu, tekstur kopi halus yang sering digunakan untuk menyeduh kopi selalu memakai saringan. Sebagai contoh, cone dan pour over.

Memakai saringan untuk kopi yang halus memang disarankan. Hal ini berguna supaya terjadi kontak yang relatif sangat singkat antara air dan kopi. Adapun untuk tekstur kopi yang kasar bisa digunakan untuk jenis minuman kopi press atau kopi tubruk, karena air dan kopinya mengalami kontak relatif lebih lama.

5. Perhatikan Penyimpanan Kopi

Sering dianggap sepele, tetapi perlu diperhatikan adalah penyimpanan dari kopi itu sendiri. Faktor penyimpanan akan sangat mempengaruhi kualitas biji kopi agar tetap segar dan terjaga. Apabila penyimpanannya kurang baik dan terlalu lama, maka kopi akan berbau tengik atau memiliki rasa yang tidak enak.

Supaya kopi tetap berkualitas, simpanlah dalam wadah yang tertutup rapat atau kedap udara. Suhu di sekitar ruangan juga jangan sampai panas. Pastikan ruangan tetap sejuk dan memiliki kekeringan sekitar 23-25 derajat Celcius.

Sebaiknya, wadah atau toples yang digunakan untuk menyimpan kopi dijauhkan dari paparan sinar matahari secara langsung, kelembapan, suhu yang tinggi, atau makanan berbau. Hal tersebut dapat mengurangi cita rasa yang ada di dalam kopi. Suhu yang terlalu panas dan lembat memang berpengaruh tidak baik bagi kopi.

Usahakan untuk menaruh kopi pada tempat yang tak terlalu panas atau memiliki kelembapan tinggi. Jangan pernah sepelekan 5 hal di atas, jika ingin menyeduh kopi dan memiliki kelezatan yang sangat nikmat. Sudah seharusnya mulai sekarang mencintai kopi yang berkualitas.

Hargailah secangkir kopi, untuk menikmati setiap teguknya yang lezat dan menghangatkan. Proses yang panjang akan membantu meningkatkan mood sepanjang hari. Selamat menikmati secangkir kopi.


Leave a Reply

Your email address will not be published.